Penelusuran kebenaran di balik petunjuk-petunjuk menggoda dalam catatan sejarah berumur beberapa abad menjadikan hidup Brigitte yang datar penuh petualangan. SIapakah gerangan Wachiwi, gadis pemberani dan penuh semangat yagn berabad-abad kemudian mengubah hidup salah satu keturunannya?
Shabrina Lailatun Nida menyimpan rapat rasa cinta kepada saudara kembar teman santrinya, namun hatinya sangat yakin lelaki dasyat itulah kelak yang akan menajdi jodohnya. Apakah hal ini alasan Nida menolak sosok Azhar, teman sekampusnya yang cerdas, hafids berakhlak mulia dan dari nasab yang baik pula?
Jika boleh, Natsu pasti memilih untuk kehilangan ingatan selamanya saja. dia tidak butuh ingatan itu jika membuatnya harus berpisah dengan Keiko. Tentu saja Natsu bukan orang yang mudah menyerah. Jika bisa, dia akan memperjuangkan Keiko untuk menjadi kekasih selamanya. Tapi, iangatnnya yang sedikit demi sedikit memaksa kembali membuat semuanya tidak mungkin. Sungguh tak mungkin..
Bara Aksadewa harus memasuki Negeri Kinnara sebagai tebusan bagi ibunya yang menjadi tawanan bangsa Asura. Buah kalpataru adalah harga yang sangat mahal. Bukan hanya nyawa yang ia paertaruhkan, tetapi uga kebebasaaannya sendiri.
Doorstoot naar Djokja menimbulkan pertikaian sipil dan militer, pertikaian antar pemimpin republik. Pimpinan militer bertekad menjawab serangan tentara Belanda dengan melancarkan perang gerilya. Di sisi lain, para pemimpin sipil sepakat mencoba strategi perlawanan baru melalui jalur perjuangan diplomasi. Bagaimana akhir pertikaian tersebut?
novel yang sarat dengan opesan moral
Cantik, pintar, aktivis, populer, almost perfect di semua bidang, akademis maupun non akademis. Digilai para cowok dan (diam-diam) dikagumi para cewek. Dan yang makin membuat dia dikagumi adalah karena sikapnya yang low profile, ramah ke semua orang, dan very down to earth. a novel about love: find a desired one, without any doubt.
Antologi fiksi penggugah jiwa yang ;menggabungkan unsur agama, ilmu, dan seni.
Kebun Tjeri menampilkan suasana yang mana sedang terjadi perubahan, dan para kritisi menyebutkan ini sebagai tonggak batas waktu peralihan, dimana penulis menunjukkan masa depan yang penuh harapan dan mengucapkan selamat tinggal pada masa lampau yang penuh keprihatinan.