Ping merasa telah memiliki segala yang ia butuhkan. Dunianya yang damai di Pantai Batu Karas, rumahnya yang penuh alat musik di tepi Sungai Cijulang, seorang sahabat terbaik, serta kakek yang menyayanginya. Namun, diam-diam Ping menyimpan kegelisahan tentang masa depannya yang buram. Bakat musiknya yang istimewa tidak memiliki wadah, dan ia tidak berani bercita-cita. Hidup Ping jungkir balik …
Novel ini adalah buku ketiga dari trilogi Laskar Pelangi
Buku pertama seri Laskar Pelangi yang berkisah tentang masa SD Ical dan kawan-kawan di SD Muhammadiyah, Belitong